PERISTIWA lucu terjadi disela kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Semarang pada Sarasehan Pengelola Dana Desa se-Jawa Tengah di Semarang pada Kamis (22/11/2018).
Kelucuan itu terjadi karena salah satu perempuan pendamping desa yang hadir mengucapkan punya tampang Boyolali ketika diberi kesempatan maju ke mimbar dan berbicara dengan Presiden Jokowi.
Perkataan 'tampang boyolali' muncul dari Capres nomor urut 2, Prabowo Subianto ketika berpidato di Boyolali.
Pernyataan 'tampang boyolali' kemudian direspons negatif, bahkan menciptakan agresi demonstrasi terjadi di Boyolali.
Dikutip dari tribunnews.com, Prabowo Subianto kemudian pribadi mengklarifikasi terkait pernyataan tampang boyolali tersebut.
Hal ini diungkapkan Prabowo melalui unggahan video Koordinator Juru Bicara Tim Pemenangan Prabowo, Dahnil Anzar di Twitter, Rabu (7/11/2018) dini hari.
Ia mengunggah video dirinya dengan Prabowo dan mengkonfirmasi pidato 'Tampang Boyolali'.
"Lagi rame nih pak katanya Pak Prabowo dituduh menghina orang Boyolali alasannya yaitu menghina tampang Boyolali, padahal bapak kan juga tampang Bojongkonenng pak, gimana pak?," tanya Dahnil Anzar melalui video tersebut.
Prabowo menganggap reaksi menghina dalam pidatonya sangat berlebihan.Karena dirinya tidak berniat menghina Boyolali.
"Saya kira itu berlebihan (kalau dituduh menghina). Saya tidak ada niat sama sekali, itu kan ya cara aku berbicara familier, ya istilah bahasa-bahasa sebagai seorang teman, audiens waktu itu juga gak terlalu besar, mungkiin 400-500 kader dari partai koalisi, pelantikan kantor kemenangan, ya aku seloroh lah."
baca Lagi deh http://wartakota.tribunnews.com/2018/11/23/tingkah-gaya-dan-polah-presiden-jokowi-tanggapi-tampang-boyolali-bikin-ngakak